Selasa, 31 Maret 2015

kata mutiara dalam bahasa inggris dengan artinya



Kata kata mutiara bahasa Inggris dan artinya memang sangat banyak dicari sebagai sebuah bentuk pembelajaran diri atau hanya sebagai hiasan pada hal-hal tertentu. Sebagai contoh, kita menggunakan kata kata mutiara bahasa Inggris untuk ditulis ke dalam halaman pertama diari, sebagai moto hidup, atau hanya sebagai status di Twitter dan Facebook. 
Apapun alasan Anda untuk menggunakan kata kata mutiara bahasa Inggris tentu sah-sah saja, dan tidak ada yang melarang. Mencari kata-kata tersebut juga tidaklah terlalu sulit karena kita mampu menemukannya dengan mudah melalui internet. 
Salah satu contoh website yang menyediakan kata kata mutiara bahasa Inggris dan artinya adalah website yang satu ini. Kami hadir memberikan kata mutiara bahasa Inggris yang segar dan jarang Anda temui di kebanyakan sumber. Banyak kata mutiara yang kami ambil dari buku karangan Reza M. Syarief, PSK yang berjudul 13 Top Secrets Pembuka Pintu Rezeki.

A Healthy Man Has A Hundred Wishes, A Sick Man Has Only One.
Orang Yang Sehat Mempunyai Seratus Keinginan, Orang Yang Sakit Hanya Punya Satu Keinginan

A Medical Doctor Makes One Healthy, The Nature Creates The Health. (Aristoteles)
Seorang Dokter Menyembuhkan, Dan Alam Yang Menciptakan Kesehatan. (Aristoteles)

The Man Who Says He Never Has Time Is The Laziest Man.(Lichtenberg)
Orang Yang Mengatakan Tidak Punya Waktu Adalah Orang Yang Pemalas.(Lichterberg)

Politeness Is The Oil Which Reduces The Friction Against Each Other. (Demokritus).
Sopan-Santu Adalah Ibarat Minyak Yang Mengurangi Gesekan Satu Dengan Yang Lain. (Demokritus).

Love is beauty, but not every beauty have love
Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta

Love based by the gearious duty moula still growth although the beauty has changed into grey and the hardness has changed into the weakness
Cinta yang ditanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta
“Real success is determined by two factors. First is faith, and second is action.”
Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua factor. Pertama adalah keyakinan, dan kedua adalah tindakan.

“Never put any limitation since you want to start something, but if you have done you know your limitation.”
Jangan meletakkan batasan ketika Anda ingin memulai sesuatu, sebab ketika Anda sudah mengerjakan, Anda akan mengetahui sendiri sejauh mana batasan Anda.

“Keep going and never quit! The champion is never quit.”
Terus maju dan jangan pernah berhenti! Sang juara tidak pernah berhenti!

“You do not live at once. You only die once and live every day.”
Anda tidak hidup sekali. Anda hanya mati sekali dan hidup setiap hari.


“We will never know the real answer, before you try.”
Kita tidak akan pernah mengetahui jawaban yang sebenarnya, sebelum kita mencoba.

“Tranquility can be found when we are with God.”
Ketenangan bisa kita temukan apabila kita bersama Tuhan.

“If you want the respect of others, you must respect yourself first.”
Jika anda ingin dihargai orang lain, maka hargailah diri anda sendiri.


Referensi    :



Who I Am



goodnight guyzzzzzzz, today I tell you about who I am. So my name is Rika savitri, usually called Rika. Even the end of this year I reached the age of 22 years, Aamiin .... insha allah. I was a university student Gunadarma class of 2011. I was the second of three brothers, one sister and one brother. I was including a very shy person, but not for my close friends. I like the beautiful scenery, history and anything related to nature. because I think back to nature will throw existing fatigue after activity. I am a coward but I think I like the challenge, I like the way with friends. Our goal unwind usually beaches, mountains and other outdoor tourism.


I love my family, without them I am nothing. they are my spirit, the reason remains I lead my day. As well as my friends together unfortunately family love. I don’t like being lied to, not like someone who likes to talk with offensive language. I am not proficient in English, so there's not much I can tell here. the last of me, finish what you have chosen.

Senin, 19 Januari 2015

Pelanggaran etika bisnis oleh Perusahaan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Etika bisnis adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat menunjukkan seberapa baik perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu membentuk suatu nilai, norma, dan perilaku baik itu pimpinan maupun para karyawannya, serta dapat mempertahankan hubungan yang sehat terhadap para pelanggan, pemegang saham, maupun masyarakat yang berada dilingkungan perusahaan berdiri.
Pada era globalisasi sekarang ini, perusahaan membutuhkan adanya kemampuan dalam bersaing. Untuk dapat bersaing dengan para pesaing lainnya tentu saja memiliki etika-etika dalam berbisnis. Etika dalam berbisnis menjadi pedoman perusahaan dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari dengan berlandaskan keadilan, kejujuran, dan sikap professional dari pemimpin dan para karyawan.
Untuk dapat mencapai kesuksesannya, perusahaan diharapkan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya sesuai dengan tujuan perusahaan, namun tetap dalam prinsip-prinsip etika bisnis. Kesuksesan suatu perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari seberapa besar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan, tetapi juga dapat dilihat dari pelayanan yang diberikan dan etika yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.
Namun belakangan ini sering terjadi kasus pelanggaran etika dalam berbisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang hanya ingin mencari keuntungan sendiri tanpa memikirkan dampak dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. Perusahaan-perusahaan tersebut seolah-olah tidak tahu-menahu dan melepas tanggung-jawabnya akan pelanggaran yang dilakukan.
Pelanggaran etika bisnis dalam perusahaan sangat banyak contohnya. Namun yang akan dibahas kali ini adalah "Pelanggaran Etika Bisnis Perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia II dan PT.  Hutchison Port Indonesia di Terminal Petikemas (TPK) Koja, Jakarta Utara".

1.2  Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang tersaji dalam beberapa pertanyaan yaitu:
1. Hal apakah yang menjadi penyebab perusahaan melakukan pelanggaran dalam etika bisnis?
2. Apakah terdapat akibat dari pelanggaran etika bisnis yang dilakukan oleh perusahaan?


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Etika
  Kata “Etika” berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang memiliki arti adat istiadat. Dalam kehidupan sehari-hari, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik yaitu baik dalam diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika juga berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan kehidupan yang baik dan segala kebiasaan yang dimiliki ataupun diwariskan dari satu orang ke orang lain ataupun dari satu generasi ke generasi lainnya.
2.2 Pengertian Etika Bisnis
            Etika dalam dunia bisnis atau yang biasa disebut etika bisnis adalah suatu cara dalam melakukan sebuah kegiatan bisnis yang meliputi keseluruhan aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan masyarakat. Etika bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk suatu nilai, norma, dan perilaku, baik itu pimpinan maupun karyawan dalam membangun suatu hubungan kerja yang adil dan sehat dengan para pelanggan, pemegang saham, dan masyarakat. Etika bisnis dapat menjadi standar atau pedoman untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan, dan sikap professional dari pemimpin maupun karyawan.
            Adapun pendekatan-pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis yang terbagi dalam tiga pendekatan yaitu:
1. Utilitarian Approach: Setiap tindakan yang dilakukan harus didasarkan pada konsekuensinya. Maka itu, apabila seseorang bertindak seharusnya mengikuti aturan-aturan yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat yaitu dengan cara tidak membahayakan siapapun dan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
2. Individual Rights Approach: Setiap tindakan seseorang memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun apabila tindakan tersebut dapat merugikan hak orang lain maka harus dihindari.
3. Justice Approach: Dalam membuat keputusan, para pembuat keputusan memiliki kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan baik secara individu maupun kelompok.


BAB III
PEMBAHASAN

TPK Koja adalah sebuah terminal petikemas yang berada di kawasan tanjung priok, Jakarta Utara. Terminal ini dibangun dan dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (PELINDO II) dan PT Humpuss Terminal Petikemas (HTP). Perjanjian kerjasama pembangunan dan pengelolaan dua perusahaan tersebut dituangkan dalam Perjanjian No. HK 566/6/4/PI.II-94 dan 001/HTP-PI.II/VIII/1994. Kemudian perjanjian kerjasama tersebut diamandemen menjadi Addendum Perjanjian No. HK 566/2/12/PI.II-99 dan 0012/HTP.PI.II/ADD/III/99. TPK Koja meliputi panjang dermaga sebesar 650 M, lapangan penumpukan petikemas (container yard) utilitas dan jalan lingkungan seluas 30,6 Ha, 6 unit container crane, 21 unit transtainer (RTG), 40 head truk dan 50 chasis.
Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 yang disusul dengan tumbangnya rezim orde baru pada tahun 2000 mengakibatkan PT. HTP menjual sahamnya sebesar 100% kepada Ocean Deep Investment Holding Ltd. sebanyak 59,6% dan Ocean East Investment Holding Ltd. sebanyak 40,4%.  PT. HTP sempat beberapa kali berubah nama yaitu PT. Ocean Terminal Petikemas (OTP) dan kemudian menjadi PT. Hutchison Port Indonesia (HPI). PT. HPI merupakan anak perusahaan Hutchison Port Holding yang berpusat di Hongkong. Hingga saat ini TPK Koja telah beroperasi lebih dari 10 tahun dengan troughput tertinggi dicapai pada tahun 2008 lalu yaitu sekitar 706.000 TEUs dengan keuntungan bersih hampir Rp 500.000.000.000. Dengan adanya kesepakatan pembagian keuntungan 52,12% untuk PT. PELINDO II dan 47,88 untuk PT. HPI, TPK Koja merupakan entitas bisnis yang menguntungkan dan menjanjikan.
Namun dibalik keuntungan yang dinikmati oleh kedua pemilik tersebut, TPK Koja menyimpan 2 permasalahan besar yaitu:
1. Permasalahan Hukum Ketenagakerjaan
Menurut  pasal 64 UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dinyatakan bahwa penyerahan pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya hanya bisa melalui 2 metode yaitu: perjanjian pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja atau buruh. Dalam pasal 65 dinyatakan pula bahwa pekerjaan yang diserahkan pengelolaannya tersebut tidak boleh kegiatan pokok dan perusahaan pengelolanya harus berbadan hukum. Pelanggaran hukum KSO TPK Koja dari sisi ketenagakerjaan yaitu:
a. Karyawan yang dipekerjakan oleh KSO TPK Koja dalam melakukan kegiatan pokok pelabuhan bukan merupakan karyawan tetap perusahaan induknya (PT PELINDO II ataupun PT HPI).
b. KSO TPK Koja bukan perusahaan yang berdiri sendiri, bukan perusahaan outsourcing, dan bukan perusahaan berbadan hukum  tetap tetapi mempunyai karyawan tetap.

2. Permasalahan Hukum Korporasi
Adapun permasalahan hukum korporasi TPK Koja dalam pelaksanaannya kegiatannya yaitu:
a. Status kepemilikan 100% saham asing setelah pengambilalihan PT. HTP oleh PT. HPI. Hal ini menyalahi UU PMA No. 1 tahun 1967; PP No. 83 tahun 2001 dan Keppres 118 tahun 2000 dimana diatur untuk jasa kepelabuhanan, PMA hanya boleh mengusai saham maksimal 95%. Bahkan menurut UU PMA yang baru No. 25 tahun 2007 jo. PP No 77 tahun 2007 menetapkan PMA hanya boleh mengusai maksimal saham 45% untuk jasa kepelabuhanan. Berdasarkan hal tersebut keberadaan PT HPI di Indonesia telah menyalahi hukum yang berlaku.
b. Status perjanjian kerjasama Operasi akibat pengambilalihan PT. HTP oleh PT. HPI. Hingga detik ini belum ada sebuah dokumen pun yang menyatakan bahwa PT. PELINDO II mempunyai hubungan kontraktual pengelolaan terminal petikemas dengan PT. HPI. Padahal sejak dilakukan penjualan saham dari PT. HTP kepada PT. HPI telah dilakukan transaksi dan korespondensi antara PT. PELINDO II dan PT. HPI. Hal ini terjadi karena belum diubahnya salah satu subyek dalam perjanjian induk kerjasama sehingga sampai saat ini yang tercantum masih PT. Pelindo II dan PT. HTP. Akibatnya pelaksanaan kerjasama saat ini cacat hukum dan menyebabkan ketidak-absahan seluruh hubungan kontraktual pengelolaan TPK Koja.
c. Perubahan Nomenklatur Jabatan Manajemen KSO TPK Koja. Berdasarkan perjanjian induk kerjasama operasi, manajemen KSO dikepalai oleh General Manager yang membawahi 4 deputi GM. Akan tetapi mulai 1 Februari 2007 General Manager dan deputi GM diubah menjadi Direktur Utama dan 5 Direktur. Perubahan ini tidak dapat dibenarkan secara hukum, karena TPK Koja hanya sebuah badan bentukan dari kitab Undang-Undang Hukum Perdata sebagai persekutuan perdata biasa yang tidak tunduk pada UU Perseroan Terbatas. Apalagi setelah perubahan ini para pemangku jabatan kemudian menganalogikan dirinya seperti para direksi perusahaan perseroan terbatas di lingkungan BUMN dimana mereka berhak atas gaji besar dan berbagai benefit seperti mobil mewah, kompensasi sewa rumah, uang pengganti BBM, asuransi jabatan, dan tantiem yang diistilahkan dengan penghargaan atau insentif manajemen. Secara keseluruhan masing-masing direksi TPK Koja dalam satu tahunnya bisa berpenghasilan hampir  Rp 1.000.000.000. Hal ini harus ditinjau ulang mengingat perubahan nomenklatur tersebut diindikasikan hanya untuk menguntungkan para pemangku jabatan termasuk beberapa direksi PT. PELINDO II dalam posisinya sebagai Dewan Pengawas.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dapat dilihat dalam kasus di atas Perusahaan TPK Koja melakukan pelanggaran etika hukum ketenagakerjaan dan korporasi. Pihak yang melakukan pelanggaran tersebut adalah pihak manajemen KSO TPK Koja, pihak PT. Pelabuhan Indonesia II dan pihak PT. Hutchison Port Indonesia. Pelanggaran tersebut melanggar pasal 64 dan pasal 65 UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, UU PMA No. 1 tahun 1967; PP No. 83 tahun 2001 dan Keppres 118 tahun 2000, UU PMA No. 25 tahun 2007 jo. PP No 77 tahun 2007. Akibat dari pelanggaran tersebut adalah pelaksanaan kerjasama antara PT. PELINDO II dan PT. HPI saat ini cacat hukum dan menyebabkan ketidak-absahaan seluruh hubungan kontraktual pengelolaan TPK Koja, dikarenakan tidak ada dokumen yang mengatakan bahwa PT. PELINDO II mempunyai hubungan kontraktual pengelolaan terminal petikemas dengan PT. HPI.

4.2 Saran
Seharusnya karyawan TPK Koja melalui serikat pekerja harus lebih berani menggugat kepada kedua pemilik yaitu PT. PELINDO II dan PT. HPI. Selain itu pemerintah seharusnya mengambil tindakan menjadikan KSO TPK Koja menjadi unit terminal petikemas yang keberadaannya tidak terpisahkan dari perusahaan induk PT. PELINDO II, dimana karyawannya merupakan karyawan tetap Pelindo II dengan tetap ada pembagian keuntungan dengan PT HPI. Serta menjadikan KSO TPK Koja menjadi perusahaan yang berbadan hukum tetap (join venture company) dimana karyawannya menjadi karyawan tetap perusahaan.

SUMBER REFERENSI: